6 Cara Untuk Memperbesar Omset Secara Konsisten

6 Cara Untuk Memperbesar Omset Secara Konsisten

Sebagai wirausaha tuh kita sering banget fokusnya ke tiga hal aja, yakni :

  1. Bagaimana memperbanyak Customer
  2. Bagaimana memperbesar Omset, dan
  3. Bagaimana meningkatkan/ memaksimalkan Profit

Ketiga hal di atas adalah hasil akhir saja.

Ada 6 cara / usaha yang bisa kita lakukan untuk menumbuhkan bisnis kita, yang tentunya akan bermuara tercapainya 3 hal di atas, terutama pada Omset kita. 

Kenapa omset itu penting? Karena dari omset ini akan berdampak pada :

  1. Lancarnya cash flow/ arus kas bisnis kita
  2. Memperbesar potensi profit kita
  3. Memperbesar potensi bertumbuhnya bisnis kita.
  4. Semakin bisnis kiga bertumbuh pada akhirnya  berdampak pada kebermanfaatan bisnis kita baik untuk diri kita maupun orang lain.

Nah, berikut 6 cara agar bisnis kita terus bertumbuh, terutama omset kita :

1.Perbesar prospek ke toko online kita.

Ada yang tahu prospek? Prospek adalah calon customer kita.

Untuk yang punya olshop gimana caranya?

Sederhana, perbesar reach/ jangkauan dari promo atau info produk/ reseller yang kita buat. Caranya? Nah, kalau ini tergantung dari algoritma masing-masing platform yang kita gunakan. 

Untuk saat ini yang paling berdampak pada reach ini melalui video vertikal dalam bentuk Reels untuk IG dan Facebook, ataupun di Tiktok, maupun di YouTube Short.

Saya kemarin sempat riset pengaruh video vertikal pada jangkauan postingan yang kita buat. NB / Catatan: ini bukan postingan promo produk ya, lebih ke konten.. 

Ini hasilnya.

Ini beda-beda ya jenis kontennya…

Saya coba testing 48x posting reels dalam sehari.

Jangkauan –> Interaksi –> Minat/ ketertarikan –> Konversi

 

Pada tahap ini market/ calon prospek kita masih level Cold/ dingin. Perlu usaha lebih yang perlu kita lakukan untuk mengkonversi calon prospek kita menjadi customer/ pelanggan. Customer datangnya dari prospek yang datang ke toko online kita. 

Jangkauan ini berdampak pada jumlah visitor olshop kita (baik fanpage, Facebook, IG, TikTok shop). Ketika ada interaksi kita arahkan menjadi lead (list calon customer), level ini ditahapan Warm Market (sudah menghangat, mau beli).

Setelah itu, yang diperlukan adalah berpikir bagaimana meningkatkan konversi agar visitor menjadi lead, Lead menjadi Customer.

2. onversi dari prospek menjadi customer, gunakan metode chat/ script yang baik dan tempatkan cs yang tepat.

Ini yang sangat kritis, adalah bagaimana caranya agar usaha kita untuk mendatangkan visitor ke olshop kita benar-benar mau mengeluarkan uangnya ditukar dengan barang/ produk/ sistem kereseleran/ jasa yang kita jual.

Tugasnya adalah menggeser dari Warm Market ke Hot Market. Tentunya ini ga sekedar chit-chat biasa. Perlu teknik khusus baik dari segi sales script yanb tepat, kemampuan menggali kebutuhan juga keinginan calon customer, sampai membantu pencapaian kebutuhan dan keinginan customer dengan membeli produk yang kita tawarkan.

3. Bangun loyalitas pelanggan kita. Ini merupakan cara agar repeat order bisa terus terjadi.

Ini penting sekali, jangan sampai bisnis kita menjadi bisnis yang hit and run, sekali transaksi langsung ditinggal. Bisnis hanya bisa bertumbuh secara konsisten karena kemampuan mempertahankan konsumen yang jumlahnya terus bertumbuh/ bergulung.

Pertanyaannya, bagaimana cara meningkatkan loyalitas customer/ pelanggan kita agar repeat order produk kita bisa terus terjadi.

a. Pastikan produk yang kita tawarkan memenuhi harapan mereka. Bisa dari kualitas produknya, pelayanannya, maupun service after salesnya/ pelayanan purna jual (misal kalau ada komplain, pelayanannya tetap ramah dan maksimal).

b. Dokumentasikan database customer kita dengan rapih. Jika memungkinkan pakai Excel ataupun google sheet.

c. Sambungkan Medsos kita dengan customer kita.

d. Bangun kedekatan dengan berinteraksi dengan mereka, misalnya ketika mereka posting kita komentar, like, beri emoticon. Sehingga tertanam di pikiran mereka bahwa kita hadir di kehidupan mereka. Ketika kita manawarkan produk, kemungkinan mereka untuk beli lagi sampai merekomendasikan produk kita semakin besar.

e. Dengan membangun interaksi dengan sosial media mereka, kemungkinan kita membangun interaksi dengan teman/ followers dari customer semakin besar.

4. Fokus pada bagaimana customer mereferensikan produk / sistem reseller kita.

Pada tahap ini bisa dilakukan dengan cara :

a. Buat promo member get member.

b. Ajak sebagai reseller

c. Adakan promo untuk share produk terbaru kita.

5. Fokus bagaimana customer spendingnya/ belanjanya lebih banyak.

Pernah belanja di Indomaret/ Alfamart lalu ditawarkan beragam promo, “beli sabunnya bu? Beli 2 gratis 1?” Atau di kasir penuh dengan produk-produk promo, sehingga kita tergoda untuk bertanya, “Lagi promo ya?”, Lalu si kasir jawab, “kalau Ibu belanja minimal belanja Rp 50.000, sudah bisa dapat promonya lho bu…” 😍🥰

 

Nah, kalau satu atau dua yang laku terkesan sedikit, tapi kalau yang beli banyak, maka profitpun terus menggulung.

Berikut tips-tips nya :

a. Bundling, misalnya beli 2 free 1, beli 2 diskon 20.000.

b. Tawakan di akhir setelah mau transfer, atau setelah transfer.

c. Tawarkan produk yang sifatnya komplementer (saling melengkapi), misalnya mukena, tawarkan sajadahnya.

6. Fokus pada maksimalkan profit, cari yang profitnya tinggi atau costnya yang rendah. Atau yang memang dicari banyak orang.

Kalau ada produk yang potensinya lebih mudah terjual, kita bisa fokuskan di sana, sementara yang sulit terjual, jadikan bundling atau bonus. ☺️🙏🏻

Demikian materi ini saya sampaikan, atas perhatiannya terima kasih banyak..

Semoga bermanfaat 🙏

 

Sampai jumpa di Artikel selanjutnya !